About

New Post

Rss

Senin, 03 Februari 2014
no image

Sejarah Kraton Yogyakarta



Sejarah Kraton Yogyakarta


Penulis: Annas Hidayat
Berbagai sumber
  

KRATON Yogyakarta dibangun tahun 1756 Masehi atau tahun Jawa 1682 oleh Pangeran Mangkubumi Sukowati yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Setelah melalui perjuangan panjang antara 1747-1755 yang berakhir dengan Perjanjian Gianti.


Sebelum menempati Kraton Yogyakarta yang ada saat ini, Sri Sultan Hamengku Buwono I atau
Sri Sultan Hemengku Buwono Senopati Ingalogo Ngabdulrahman Sayidin Panotogomo Kalifatullah tinggal di Ambar Ketawang Gamping, Sleman. Lima kilometer di sebelah barat Kraton Yogyakarta.

Dari Ambar Ketawang Ngarso Dalem menentukan ibukota Kerajaan Mataram di Desa Pacetokan. Sebuah wilayah yang diapit dua sungai yaitu sungai Winongo dan Code. Lokasi ini berada dalam satu garis imajiner Laut Selatan, Krapyak, Kraton, dan Gunung Merapi.


Bangunan Kraton Yogyakarta sedikitnya terdiri tujuh bangsal. Masing-masing bangsal dibatasi dengan regol atau pintu masuk. Keenam regol adalah Regol Brojonolo, Sri Manganti, Danapratopo, Kemagangan, Gadungmlati, dan Kemandungan.

Kraton diapit dua alun-alun yaitu Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Masing-masing alun-alun berukurang kurang lebih 100x100 meter. Sedangkan secara keseluruhan Kraton Yogyakarta berdiri di atas tanah 1,5 km persegi.

Bangunan inti kraton dibentengi dengan tembok ganda setinggi 3,5 meter berbentuk bujur sangkar (1.000 x 1.000 meter). Sehingga untuk memasukinya harus melewati pintu gerbang yang disebut plengkung. Ada lima pintu gerbang yaitu Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan di sebelah Timur Laut kraton. Plengkung Jogosuro atau Plengkung Ngasem di sebelah Barat Daya. Plengkung Joyoboyo atau Plengkung Tamansari di sebelah Barat. Plengkung Nirboyo atau Plengkung Gading di sebelah Selatan. Plengkung Tambakboyo atau Plengkung Gondomanan di sebelah Timur.

Dalam benteng, khususnya yang berada di sebelah selatan dilengkapi jalan kecil yang berfungsi untuk mobilisasi prajurit dan persenjataan. Keempat sudut benteng dibuat bastion yang dilengkapi dengan lubang kecil yang berfungsi untuk mengintai musuh.

Penjaga benteng diserahkan pada prajurit kraton di antaranya, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Mantrijero, dan Prajurit Bugis. Prajurit Jogokaryo mempunyai bendera Papasan dan tinggal di Kampung Jogokaryan. Prajurit Mantrijero dilengkapi dengan Bendera Kesatuan Purnomosidi dan tinggal di Kampung Mantrijeron. Prajurit Bugis yang berbendera Kesatuan Wulandari tinggal di Kampung Bugisan.


Masa pemerintahan Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono I (GRM Sujono) memerintah tahun 1755-1792. Sri Sultan Hamengku Buwono II (GRM Sundoro) memerintah tahun 1792-1812. Sri Sultan Hamengku Buwono III (GRM Surojo) memimpin tahun 1812-1814.

Sri Sultan Hamengku Buwono IV (GRM Ibnu Djarot) memerintah tahun 1814-1823. Sri Sultan Hamengku Buwono V (GRM Gathot Menol) memerintah tahun 1823-1855. Sri Sultan Hamengku Buwono VI (GRM Mustojo) memerintah tahun 1855-1877. Sri Sultan Hamengku Buwono VII (GRM Murtedjo) memerintah tahun 1877-1921.


Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (GRM Sudjadi) memerintah tahun 1921-1939. Sri Sultan Hamengku Buwono IX (GRM Dorojatun) memimpin tahun 1940-1988. Sri Sultan Hamengku Buwono X (GRM Hardjuno Darpito) memimpin tahun 1989 - sekarang.



SEJARAH BERDIRINYA HIMAYO

SEJARAH BERDIRINYA HIMAYO



  1. Sejarah HIMAYO
Kamis sore pukul 16.30 tepatnya 11 Oktober 2012 di depan Poliklinik UIN Sunan Kalijaga berdirilah sebuah organisasi istimewa HIMAYO (Himpunan Mahasiswa D.I Yogyakarta) yang diprakarsai oleh 3 (Tiga) Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Harun Aroni Mahasiswa Sejarah dan kebudayaan Islam, Suryandari Mahasiswi  Bimbingan konseling islam dan Dimas Catur Haryadi Mahasiswa Bimbingan konseling islam. Berdirinnya HIMAYO tidak dideklrasikan secara meriah melainkan hanya kesepakatan bersama yang disaksikan oleh mahasiswa asal Sulawesi Mahfudz siradz. Tujuan utama didirikannya HIMAYO adalah sebagai wadah komunikasi dan silahturahmi mahasiswa-mahasiswa aseli  D.I.Y yang berasal dari  4 kabupaten ( Sleman, Bantul, Kulonprogo dan gunung kidul) dan 1 kodya Jogjakarta yang kuliah di seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta. Tujuan utama di berdiriukannya HIMAYO adalah  sebagai mengisi keistimewaan Yogyakarta. Sedangkan tujuan HIMAYO tersendiri yang tertuang didalam AD/ART adalah “ Membina Mahasiswa Yogyakarta yang berbudaya dan turut serta dalam menciptakan tatanan masyarakat yang diridhoi oleh Tuhan YME”

  1. Latar belakang berdirinnya HIMAYO
            HIMAYO berdiri disaat keistimewaan Yogyakarta disahkan setelah beberapa tahun lamannya mengantung di DPR Pusat. Tapi sayangnnya berdirinnya HIMAYO tidak disaat panasnnya situasi ketika proses penetapan keistimewaan Yogyakarta yang sangat alot sehingga tidak ada perjuangan HIMAYO dalam proses perjuangan keistimewaan HIMAY0 tetapi HIMAYO hadir disaat setelah penetapan keistimewaan Yogyakarta. Tetapi meskipun demikian HIMAYO akan selalu hadir di garda paling depan dalam pembangunan Yogyakarta dan Indonesia. Anggota HIMAYO sendiri berasal dari berbagai kampus diseluruh Yogyakarta dari berbagai Agama, organisasi dan status sehingga bisa dikatakan HIMAYO salah satu oirganisasi daerah yang sangat plural dan multicultural.

                HIMAYO hadir ketika banyak sekali organisasi Mahasiswa yang sudah mulai kehilangan orientasinnya dan ideaslisnya sehingga kehadiran HIMAYO sebagai solusi untuk Mahasiswa Aseli D.I Yogyakarta untuk membangun Yogyakarta itu sendiri. Berdirinnya HIMAYO tidak ada intervensi dari mana pun dan dari siapapun sehingga HIMAYO bersifat independent tetapi HIMAYO ada karena kesadaran anggotannya sendiri yang mulai sadar untuk masa depan Yogyakarta dan Indonesia. Latar belakang HIMAYO antara lain sebagai wadah dan alat komunikasi mahasiswa asal Yogyakarta sebagai bentuk partisipasi dalam mengisi keistimewaan Yogyakarta dan menyampaikan kreativitas dan keahlian dalam segala bidang juga sebagai promosi Yogyakarta untuk masyarakat umum.
MENGURANGI PENCEMARAN POLUSI UDARA DENGAN BUDAYA BERSEPEDA(JLFR)

MENGURANGI PENCEMARAN POLUSI UDARA DENGAN BUDAYA BERSEPEDA(JLFR)



MENGURANGI PENCEMARAN POLUSI UDARA DENGAN BUDAYA BERSEPEDA
(Komunitas Jogja : JLFR-Jogja Last Friday Ride-)


 Penulis : Yudi Antono




 


Kendaraan bermotor telah lama menjadi salah satu sumber pencemar udara dibanyak kota besar dunia. Gas-gas beracun dari jutaan knalpot setiap harinya menimbulkan masalah serius di banyak kota-kota besar. Tak terkecuali di Yogyakarta, yang jutaan kendaraannya berbahan bakar bensin sehingga menjadi sumber pencemar udara terbesar di beberapa kota melebihi industri dan rumah tangga.Gas-gas pencemar udara seperti karbon monoksida (CO), plumbum (Pb), hidrokarbon (HC), oksida nitrogen (NOx) tanpa kita sadari kita hirup setiap harinya.Gubernur DI.Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, tingkat pencemaran udara di wilayah Jateng dan Yogyakarta makin tinggi, kalau tidak boleh dikatakan sudah memasuki nilai ambang batas, sehingga semua pihak diminta waspada dan berhati-hati. Sehubungaan dengan itu, perlu diambil langkah-langkah untuk menghindari kemungkinan hujan asam yang efeknya merugikan manusia. Secara umum, meski dari hasil penelitian belum dapat disimpulkan ada tren naik atau menurun dalam hal gas polutan yang dilepas ke udara, mengingat dari hasil pemantauan beberapa parameter menunjukkan angka fluktuatif, sesungguhnya pula harus diakui kualitas udara menurun. Bahkan beberapa pakar berpendapat, kualitas udara Yogyakarta sudah memasuki nilai ambang batas dan perlu diwaspadai. Karena itu perlu segera diambil langkah-langkah guna menghindari kemungkinan terjadi hujan asam. Sekarang di jalan raya makin banyak para pengendara sepeda motor yang mengenakan masker meskipun seadanya. Sebab, mereka menyadari bahwa tingkat pencemaran udara makin tinggi (Sri Sultan HB X, 2002).

 Kejadian ini sangat ironis karena kota yogyakarta pernah diakui sebagai kota sepeda.Tetapi pada zaman sekarang akibat tuntutan globalisasi membuat masyarakat memilih berpindah kendaraan bermotor sebagai moda trnsportasi.Hal ini sangat disadari oleh pemuda kreatif yogyakarta.Mereka akhirnya mebentuk sebuah komunitas yang dinamakan JLFR(Jogja Last Friday Ride) untuk menumbuhkan kembali jiwa budaya bersepeda di kota yogyakarta.JLFR adalah kegiatan bersepeda setiap jumat akhir bulan dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya para goweser dari komunitas sepeda apapun di yogyakarta. Kegiatan ini terilhami oleh peristiwa Critical Mass yang ternyata sudah menjadi tradisi gerakan bersepeda di lebih dari 300 kota di dunia. Satu pesan yang dibawa dari kegiatan jogja last friday ride adalah mengkampayekan sepeda sebagai sebuah alat transportasi untuk bekerja, ke kampus, ke pasar dan kemana saja. Badan menjadi sehat, bumi terawat dan temanpun menjadi banyak.
PENTAS SENI BADUI CANDIKARANG

PENTAS SENI BADUI CANDIKARANG



PENTAS SENI BADUI CANDIKARANG

  Penulis : Teguh Dwi Prayogo (@teguhdwiprayogo,321BCAAE) 

  
Asalamu’alaikum WR.WB Langsung saja yaa,,, Disebuah desa yang bernama Candikarang sardonoharjo ngaglik sleman yogyakarta terkenal dengan pentas seninya yaitu Pentas seni badui,, Mungkin ada dari kalian belum mengenal yang namanya pentas seni badui,.. iya kan.?? Oleh karena itu saya akan menjelaskan tentang apa itu Badui, apa itu pentas seni badui,,Pentas seni badui adalah sebua tarian yang dilakukan kurang lebih 20 personil,, dan berpasang pasangan dengan satu orang yang menjadi pemimpin barisan atau bisa disebut dalam bahasa PASKIBRA adalah Komandan Pleton, haha gak masuk akal ya,pentas seni dihubungkan dengan PASKIBRA. Pentas seni ini dilakukan dengan adnya musik sholawatan, tidak asing kan dengan musik Sholawat,, harusnya tidak musik sholawatan yang digunakan adalah sbb : Ta’alubina Pepiling kamalihan al fatih dan ,masih banyak lagi yang paling menarik dari pentas badui candikarang adalah pada saat Atraksi,, jadi disetiap selingan tarian badui itu ada sebuah atraksinya,, itulah yang paling menarik perhatian dari penonton . Atraksinya adalah sbb : Memecah botol minuman (marjan) dengan didalamnya diisi air kemudian dipukul dengan telapak tangan Bambu Gila Memejamkan lilin tanpa meniupnya Memukul Badan dengan bambu yang dibakar Memecahkan lampu Neon dengan digigit Membakar keras tanpa alat (tangan kosong ) Dan ada tarian oleh orang dengan dimasukan roh hewan,dll Dan masih banyak lagi atraksi yang ada di pentas badui tersebut Yahh mungkin Cuma itu yang dapat saya share ke teman-teman semoga bisa memberi pandangan tentang apasih pentas badui di dusun candikarang itu,, untuk lebih jelasnya besok atau kapan liat aja langsung,, besok klk ada pentas bakal saya kabarin lagi deh,, thanks atas perhatian teman-teman,,
Wassalamu’alaikum WR.WB


KEINDAHAN GUA DAN PANTAI  DI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

KEINDAHAN GUA DAN PANTAI DI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA



KEINDAHAN GUA DAN PANTAI
DI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA




Penulis:  Lana Gretta Juwita



    Gunung Kidul merupakan tempat yang sangat luar biasa, ini dapat dilihat dari keindahan alamnya. Dahulu orang-orang berfikir gunung kidul adalah tempat yang gersang dan tidak nyaman untuk ditempati apalagi untuk berwisata di daerah gunung kidul. Gunung kidul, awal mulanya diminati oleh wisatawan domestik karena pantainya yang indah, dan berpasir putih tentu saja ini berbeda dengan pantai-pantai yang berada di sebelah barat gunungkidul tepatnya pantai parangtritis, pantai parangkusumo, depok dan kebarat lagi pantai Glagah. Pantai-pantai yang berada di gunung kidul menarik wisatawan untuk mengunjunginya, pantai-pantai yang terkenal seperti krakal, sundak, siung, wediombo, pok tunggal, dll. Ternyata dibalik ini ada pantai yang tidak diketahui oleh banyak oleh banyak orang seperti pantai Jogan, pantai jogan ini sangat unik, karena pantai ini tidak berpasir namun langsung berhadapan dengan air laut, dan pantai ini terdapat air terjun yang tingginya 10km. Saya tidak akan habis mengulas tentang pantai-pantai indah yang ada di gunungkidul ini. Karena banyaknya dan bermunculan pantai-pantai baru, bahkan mungkin pantai yang ada di gunungkidul ini lebih dari 15 pantai, dan beberapa pantai yang belum ditemukan, karena akses jalannya yang tidak memungkinkan masuknya kendaraan harus berjalan kaki dan melewati jalanan yang terjal. Namun, disinilah pesonanya gunungkidul, yang masih asri dan tidak terjamah oleh tangan-tangan manusia yang nakal.

     Gua yang berada di wilayah Gunungkidul pun tak kalah amazingnya ,gua digunung kidul berkisaran ribuan gua yang berada di wilayah gunung kidul. Dan ini sungguh merupakan paradise yang luar biasa, karena pasti didalam gua ini terdapat banyak air yang mengalir, dan inilah paradise tersembunyi yang berada di Gunungkidul , diatas gersang namun dibawah kaya dengan air yang mengalir. Gua Pindul yang awal mulanya menjadi sorotan, kemudian para penjelajah alam tak akan ada habisnya menjelajah gua-gua yang berada di gunungkidul. Bahkan sampai pintu masuk sempit gua pun ditelusuri. Di bawah ini merupakan GUA CEKELAN yang ditelusuri oleh team backpacker Jogja. Sahabat, masih banyak yang menarik yang harus kita ketahui sebagai warga jogja, karena hal ini yang akan membuat bangga kita, memang tidak akan ada habisnya yogyakarta kita bahas dari kuliner, budaya, wisata, ternyata alamnya sungguh luar biasa yang tidak ada di daerah lain. Inilah salah satu keindahan yogyakarta, inilah tempat-tempat yang luar biasa di yogyakarta, tidak salah bila kita menyebutkan bahwa yogyakarta adalah daerah istimewa yang meliputi semua aspek didalamnya.








Copyright © 2012 PAWARTOS HIMAYO All Right Reserved